Danilla, Musisi Yang Suka Travelling

Perempuan kelahiran Jakarta, 27 tahun silam ini cukup berfikir keras ketika dilontarkan pertanyaan mengenai 4 hal apa yang dapat mendeskripsikan Danilla Riyadi.

Begitulah nama pelantun lagu “Buaian” dalam album Telisik yang juga masuk kedalam salah satu album terbaik versi Rolling Stone Indonesia pada tahun 2014 dan album Lintasan Waktu yang juga menjadi salah satu album terbaik veris Tempo pada tahun 2017. Kucing, merupakan kata pertama yang mendeskripsikan dirinya. Cici, begitu panggilan akrab memiliki 4 ekor kucing.

Kacamata pun menjadi kata kedua yang sangat mendeskripsikan dirinya sendiri, dengan alasan dia sendiri memakai kacamata yang menjadi kebutuhan sambil tertawa kecil. Untuk kata yang ketiga ternyata mempunya sisi sentimentil sendiri, walau pada awalnya terdengar cukup tidak ada kaitan dengan Cici yang cukup ekspresif dalam mengungkapkan pendapat. Pena! Karena pesan dari bokap untuk selalu membawa pena, jadi kapan pun kamu mendapatkan ide bisa dapat langsung di tulis tangan kalau sewaktu-waktu tidak ada kertas, kira-kira begitulah pesan dari Ayah Danilla. Sedangkan kedua kata berikut secara simpel Danilla menyebutkannya, pantai yang dingin dan malam. Keinginan Danilla untuk bermusik memang tidak terlepas dari keinginan ibu yang sedari kecil sudah diarahkan untuk menjadi seorang penyanyi.

Fakta yang cukup menarik dari ibunda Danilla adalah beliau dapat mengaransemen, mixing dan mastering lagu walau tidak dapat bermain alat musik. Pada suatu kesempatan akhirnya Danilla dapat bertemu dengan Richard Buntario yang akhirnya menjadikan dia sebagai solois. Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui bahwa dulunya Danilla pernah tergabung dalam sebuah band dan memegang instrumen musik, begitulah kenangan yang masih di ingat Danilla saat perpisahan dengan bandnya yang bernama Orka. Paling tidak sekarang nama bandnya bisa diceritakan walaupun sudah bubar tutur Danilla.

Di awal-awal berkarirn dalam bermusik tentunya cukup fluktuatif. Diakuinya satu sampai dua tahun diawal karir menjadi solois kesulitan untuk memperoleh “Panggung”, tapi ternyata masih bisa bertahan dan ada album yang kedua. Saat berbicara tentang pengalaman manggung yang berkesan, Danilla pernah mengisi acara di suatu acara konser yang ternyata pengisi acara selanjut adalah band rock yang cukup terkenal, karena fans yang sudah tidak sabar untuk melihat idolanya untuk diatas panggung, akhirnya mereka meneriaki Danilla untuk turun dari panggung. Yang awalnya Danilla bernyanyi 4 lagu akhirnya karena kesal akhirnya dia menambahkan lagu yang dinyanyikan menjadi 5. Sejauh ini baru 9 Provinsi dari tiga puluh tiga provinsi yang sudah di kunjungi. Keinginan untuk bereksplorasi Danilla pun cukup tinggi, lantaran setiap kali pergi keluar kota hanya untuk bekerja tanpa sempat untuk berwisata. Untuk rencana besar kedepannya dalam berkarir, Danilla ingin membuat konser.

Selain bermusik, Danilla juga mempunyai hobi travelling ditengah-tengah waktu senggangnya. Baginya wisata sangat penting, karena dapat menghilangkan beban fikiran dan lebih mudah dalam fokus kerjaan. Dirinya paling suka dengan wisata alam indonesia yang mirip luar negri yang lagi hits.

Add a Comment