Keana Mengatur 60 Pasukan Drumben Bagian 2

sat-jakarta.com – Tak hanya di sekolah seminggu 3 kali dan setiap hari menjelang lomba, Keana juga sering mengajak kami latihan di rumah. Kami diminta berpura-pura menjadi pasukan drumben dan Keana jadi FC. Ia biasanya naik ke atas kursi atau meja kemudian mengatur kami, mamanya, papanya, juga kakaknya. Lucunya, kami menggunakan suara mulut untuk menirukan bunyi alat musik drumben. Kadang-kadang, Keana curhat apakah ia bisa menjadi FC dengan baik atau tidak

Kami selalu memberi semangat, kami katakan bahwa Keana mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Terus terang, kami sebagai orangtuanya merasa bangga sebab lomba ini diselenggarakan oleh lembaga bergengsi, Rotary Club Jawa Barat. Diikuti oleh sekolah-sekolah populer terutama yang berdomisili di Bandung. Tentu kami sangat bangga karena sekolah dari kampung bisa mengalahkan sekolahsekolah bagus dari kota. Ini adalah motivasi yang sangat baik, tak hanya untuk Keana tetapi juga teman-teman sekolahnya.

Mengembangkan Kemampuan Lain

“Sebenarnya, Keana mengaku lebih suka memukul drum atau memainkan alat musik lainnya. Tetapi ia menikmati sekali setelah ditunjuk jadi FC. Kami pun menyambut baik karena dengan menjadi FC, Keana akan terus mengasah banyak kemampuan leadership-nya. Ke depannya, kami tidak mengharuskan Keana aktif di drumben, melainkan membebaskan ia aktif di bidang yang ia sukai. Saat ini kami hanya ingin mendorong dan memfasilitasi kemauannya.

Tapi terus terang, kami juga punya keinginan agar Keana mahir memainkan alat musik seperti piano atau gitar seperti kakaknya. Kami yakin kemampuan bermain musik dapat lebih mengasah sensitivitasnya. Alhamdulillah, minat Keana terhadap musik saat ini sudah terlihat. Kecerdasan Keana, menurut kami, juga sangat baik. Di usianya yang baru 6 tahun, ia sudah mampu membaca Alquran dengan baik dan sebentar lagi akan diwisuda karena khatam untuk yang pertama.

Keana pun sudah mampu berhitung, uniknya kemampuan ini tidak kami ajari. Ia belajar sendiri lewat dongeng-dongeng yang kami bacakan atau ia baca sendiri. Kami ingin kemampuan-kemampuan ini terus diasah agar menjadi bekalnya nanti.”

Add a Comment