Dinyatakan Meninggal, Seseorang Ini Hidup sementara Dikubur

Seorang anak yang telah dinyatakan meninggal dan didalam sistem pemakaman tiba-tiba hidup kembali. Sontak peristiwa ini mengagetkan warga. Mereka berteriak kaget dan buru-buru mengangkat jenazah bocah itu berasal dari liang lahat.

Kejadian selanjutnya terekam di dalam video yang viral di sarana sosial. Seperti yang diunggah akun Facebook Yuni Rusmini.

“Semua hanya kuasa Dan rahasiaNya. Sebuah perihal nyata terjadi di Kopertis (Ambon). Minggu malam 16 Desember 2018,” tulisnya dalam keterangan video.

Seorang anak udah dikubur, lanjut dia, tiba-tiba berteriak dan sehabis dibongkar bersama dengan pendeta, anak selanjutnya ternyata hidup kembali.

Dalam video muncul kerumunan orang tengah menolong membuka peti selanjutnya mengangkat jenazahnya. Warga lebih kurang khususnya wanita turut histeris seraya memanggil nama sang anak. baca selengkapnya cara sholat jenazah

“Tolong bantu dulu itu, bantu dulu,” ujar warga.

“Masih hidup dia tetap hidup,” sahut warga lainnya.

Namun cuma berselang 2-3 jam, anak selanjutnya akhirnya dinyatakan meninggal lagi.

Kondisi anak tersebut, menurut account tersebut, limpanya telah pecah. Di area itu, sebelum saat dikubur, tiap-tiap jenazah dimasukin air cuka lewat mulut.

Karena dinyatakan meninggal lagi, pada akhirnya jenazah anak tesebut dikuburkan kembali terhadap Senin 17 Desember 2018.

Unggahan video itu memetik banyak ragam komentar. Bahkan tersedia netizen mempertanyakan soal air cuka dimasukkan ke mulut jenazah.

“Di kasih cuka biar ap ya mbk…,” tulis account @Enik Widiyaningsih

“sdh rutinitas mbak…mgkn bia awet kyk sejenis tersedia yg disuntik formalin. Mgkn layaknya itu,” jawab @Yuni Rusmini.

(sal)

Jasad Rasyidin yang sebelumnya dinyatakan udah meninggal dunia disebut tetap hidup menurut keluarganya.

Kabar ada mayat hidup kembali itu semakin heboh setelah sejumlah media dan akun Youtube menayangkan kabar itu dan videonya jadi viral.

Detik-detik kronologi video viral ‘mayat didup’ di Aceh itu sanggup Anda baca lengkap di artikel ini.

• Heboh Saat Kapten Leo Tinggalkan RS Tentara Masih Kenakan Selang Infus di Tangan

//

Peristiwa yang menyedot perhatian warga itu berlangsung di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Jumat (25/1/2019) sore.

Jenazah Rasyidin (62) yang udah dikafani dan siap untuk dikuburkan tiba-tiba dibawa lagi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh.

//
Gara-garanya, keluarga mendapatkan kejanggalan pada tubuh jenazah, yaitu darah bercucuran di kepala.

Selain itu, seorang bagian keluarga yang meraba bagian leher menunjukkan Rasyidin masih hidup, karena tersedia denyut terhadap urat nadi lehernya.

Jenazah Rasyidin sesaat bakal dibawa ulang ke Gampong Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, dengan ambulans RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh Barat, Jumat (25/1/2019) petang. tata cara memandikan jenazah
Jenazah Rasyidin sementara dapat dibawa lagi ke Gampong Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, bersama dengan ambulans RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh Barat, Jumat (25/1/2019) petang. (SERAMBINEWS.COM/RIZWAN)
Ceritanya berawal saat Rasyidin yang tercatat sebagai warga Desa Lampaseh Kota Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, dibawa pulang ke kampung halamannya karena meninggal dunia pada, Jumat (25/1/2019) subuh sekira pukul 05.00 WIB.

Pria pensiunan guru itu dibawa pulang ke tempat tinggal keluarganya di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.

Kabar meninggalnya Rasyidin telah diumumkan di Meunasah Gampong Pasie Jambu, supaya warga dan juga kerabat singgah berkumpul ke rumah orang tua Rasyidin, tunggu kehadiran jenazah.

Liang kubur pun udah disiapkan.

Situasi jadi heboh, disaat jenazah tiba sekira pukul 16.30 WIB.

Keluarga yang mengidamkan menyaksikan jenazah yang telah dikafani, menjadi ragu sebab mendapatkan kejanggalan, yakni darah bercucuran di kepala.

Seorang bagian keluarga lebih-lebih mengaku merasakan ada denyut pada nadi bagian leher.

Setelah musyawarah singkat, pada akhirnya jenazah yang akan dikebumikan itu dibawa ulang bersama dengan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, untuk meyakinkan kondisinya apakah sudah meninggal dunia atau belum.

Peristiwa yang jarang berlangsung ini menyebabkan heboh warga yang memadati rumah keluarga almarhum di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI.

Beredar informasi, Rasyidin dibawa lagi ke tempat tinggal sakit sebab dipercayai tetap hidup, gara-gara tubuhnya tetap hangat dan ada keluarga yang mengaku merasakan denyut terhadap urat nadi leher.

Selain itu, keluarga juga sangsi dengan darah yang mengucur di anggota kepala korban.

Namun saat di check oleh pihak medis di RSUD, Rasyidin dinyatakan udah meninggal dunia.

Menyikapi kondisi tak umum ini, keluarga segera melaporkan ke Polres Aceh Barat, kala jenazah segera divisum oleh pihak medis di area mayat RSUD Cut Nyak Dhien.

Setelah divisum, sekira pukul 18.30 WIB, jenazah Rasyidin yang telah meninggal dunia itu lagi dibawa pulang ke tempat tinggal ke Desa Pasi Jambu Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat dengan ambulans tempat tinggal sakit setempat.

Beberapa keluarga dari Rasyidin saat ditanyai Serambinews.com di RSUD Cut Nyak Dhien menyatakan, Jenazah Rasyidin dibawa ke tempat tinggal sakit itu untuk memastikan pada kepastian apakah benar telah meninggal dunia atau tidak.

Termasuk meyakinkan ada temuan kejanggalan, gara-gara darah fresh ke luar berasal dari kepala.

“Keluarga membawa ke rumah sakit gara-gara ada kejanggalan,” kata Iswandi.

Dikatakannya, keluarga udah melaporkan ke Polres Aceh Barat untuk divisum supaya dapat dipastikan apakah meninggal udah wajar atau tidak.

Menurut dia, keluarga terhitung melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kutaraja, Banda Aceh.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK yang dilakukan konfirmasi Serambinews.com (grup Surya.co.id) mengatakan, pihak keluarga dari korban mampir ke Polres melaporkan pada dugaan ditemukan kejanggalan terhadap jenazah.

“Kita udah buatkan surat ke tempat tinggal sakit untuk dibuatkan visum,” katanya.

Dikatakan, petugas udah mengarahkan keluarga Rasyidin untuk memicu laporan resmi ke polisi di Banda Aceh, gara-gara tempat perihal perkara (TKP) di Banda Aceh.

Kapolres mengatakan, hasil visum berasal dari RSUD Cut Nyak Dhien akan dikirim ke Banda Aceh jikalau sebenarnya diperlukan untuk penyelidikan.

Sempat Jual Tanah

Informasi lain diperoleh, Rasyidin selama ini menetap di Banda Aceh dan berprofesi sebagai guru.

Belum diketahui sama juga sakit apa yang mendera, supaya tiba-tiba dilaporkan Rasyidin meninggal dunia disaat di didalam kamar rumahnya di Desa Lampaseh Kota.

Terhadap laporan meninggal juga disebut-sebut sudah diperiksa oleh tenaga medis di Banda Aceh.

Setelah dipastikan meninggal dunia, Rasyidin dimandikan dan dikafani di Banda Aceh serta dibawa pulang untuk dikebumikan di Meulaboh yang merupakan kampung halamannya.

Sempat beredar informasi, sebelum meninggal, Rasyidin sempat pulang ke Meulaboh untuk menjajakan tanah.

Ia ulang ke Banda Aceh dengan mempunyai duwit puluhan juta hasil penjualan tanah.

Perempuan Bali Tiba-tiba Hidup Kembali

Warga Dusun Pau, Desa Tihingan, Banjarangkan, Klungkung, Provinsi Bali dihebohkan dengan kejadian mayat hidup kembali.

Peristiwa tak lazim ini dialami Ni Wayan Norti (39), warga setempat.

Ibu dari dua anak berikut dikatakan sempat meninggal dunia, sebelum saat kelanjutannya hidup kembali.

Bagaimana kisah tidak masuk akal ini bisa terjadi?

Ni Wayan Norti (rambut terurai) ketika kesurupan (trance) dan berlari menuju Pura Pejenengan Sakti. Ibu dua anak tersebut sempat dikabarkan meninggal dunia, dan hidup lagi selagi hingga di rumahnya, Selasa (13/3/2018).
Ni Wayan Norti (rambut terurai) saat kesurupan (trance) dan berlari menuju Pura Pejenengan Sakti. Ibu dua anak selanjutnya sempat dikabarkan meninggal dunia, dan hidup lagi kala hingga di rumahnya, Selasa (13/3/2018). (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)
Pada Selasa (13/3/2018), lokasi Dusun Pau, Desa Tihingan diguyur hujan.

Beberapa warga tampak menggenakan busana rutinitas dan berkumpul di Pura Pejenengan Sakti, yang terdapat pas di sebelah utara Balai Banjar Pau.

Perhatian warga tertuju terhadap seorang wanita berbadan kurus, yang mengalami kesurupan di areal pura.

Rambutnya nampak terurai, dan tatapannya tajam menatap warga disekitarnya.

Wanita itu oleh warga kurang lebih dikenal sebagai Ni Wayan Norti, warga Desa Jumpai Klungkung yang menikah ke Dusun Pau.

Ia kala itu menghebohkan warga di Dusun Pau, sebab sempat diberitakan meninggal dunia.

Kepala Dusun Desa Pau, I Wayan Ardana Ariasa menceritakan, Senin (12/3/2018), Ni Wayan Norti terlihat sehat walafiat.

Ia lebih-lebih turut prosesi melasti ke Pantai Watu Klotok.

Saat perjalanan hingga prosesi melasti pun, Ni Wayan Norti mengalami kesurupan.

Setelah merintis sistem melasti, atau lebih kurang pukul 15.00 Wita, Wayan Norti dan suaminya I Nyoman Sutiasa lalu mengambil keputusan pergi ke rumah kostnya di Denpasar.

Karena keesokan harinya Selasa (13/3/2018), suaminya hendak bekerja sebagai sopir freelance bagi wisatawan.

“Kemarin saya sempat ketemu, dan tampak sehat. Tapi tadi, Selasa (13/3/2018) lebih kurang pukul 10.00 Wita, kami terima informasi lewat telepon berasal dari I Nyoman Sutiasa jikalau istrinya meninggal dunia. Ia termasuk minta ijin dapat membawa jenazah istrinya pulang ke kampung, bersama pakai mobil pribadinya,” ujar Kepala Dusun Desa Pau, I Wayan Ardana Ariasa kala mengikuti prosesi tersebut.

Setelah menerima informasi tersebut, I Wayan Ardana Ariasa lantas berkoordinasi bersama pihak Desa Adat perihal konsep penguburan Ni Wayan Norti.

Pihak rutinitas selanjutnya menyarankan, penguburan baru bisa dijalankan sesudah hari raya Nyepi. Hal ini karena tetap tersedia prosesi upacara adat, di desa setempat.

Karena itulah, I Wayan Ardana Riasa dan pihak keluarga bergegas mencegat I Nyoman Sutiasa di beberapa titik, yaitu di perempatan Desa Takmung dan pertigaan Takmung.

“Kami cegat agar tidak keburu sampai kampung. Rencananya, kita minta nanti jenazah sehingga dititipkan di tempat tinggal sakit,” ungkap Ardana Riasa.

Akhirnya, Wayan Ardana Riasa dan kerabatnya sukses menghentikan laju kendaraan Sutiasa di pertigaan Dusun Banda.

Namun Sutiasa selalu ngotot untuk mempunyai jasad istrinya ke kampung halaman.

“Saat itu aku lihat Ni Wayan Norti berbaring di jok belakang mobil, dan diikat,” ungkap Ardana Riasa.

Mengingat keadaan psikologis Sutiasa yang tengah berduka, ia pun dibiarkan untuk mempunyai istrinya ke tempat tinggal duka.

Sutiasa tiba di Dusun Pau kira-kira jam 13.00 Wita.

Saat itu Ardana Riasa dan pihak keluarga lainya, turut mendukung menggotong tubuh berasal dari Ni Wayan Norti.

“Saat itu tangannya aku pegang, terasa dingin. Sementara suaminya saat saya bertanya detil rangkaian kejadian ini, belum sanggup kami tanya,” menyadari Ardana Riasa.

Keanehan selanjutnya terjadi.

Saat bakal digotong menuju kediamannya, tiba-tiba tubuh dari Ni Wayan Norti bergerak.

Mengetahui hal itu, pihak keluarga selanjutnya bergegas membawanya ke kamar.

Bahkan, Ardana Riasa sempat memanggil dokter berasal dari Puskesmas Banjrangakan II untuk memeriksakan situasi Wayan Norti.

“Dokter udah sampai di rumah, namun Ni Wayan Norti enggan untuk diperiksakan kondisinya. Dokter pun lantas pulang,” ungkapnya.

Setelah mengalami peristiwa aneh itu, pihak keluarga selanjutnya menggelar ritual di Pura Pejenengan Sakti.

Beberapa kerabat dan Ni Wayan Norti sempat kesurupan (trance) di pura tersebut.

Bahkan kondisi sempat heboh, kala Ni Wayan Norti sempat berlari berasal dari Pura menuju kediamannya, untuk memanggil ke-2 putrinya.

“Karena mengalami moment layaknya itu, Ni Wayan Norti kemudian laksanakan ritual Mediksa,” ungkap Ardana Riasa. (*)

Add a Comment