Empat Jenis Uang Yang Berbeda Fungsi menurut Muamala

Dalam ekonomi, uang didefinisikan sebagai alat tukar yang diterima secara umum untuk barang dan jasa. Hampir apa saja dapat dianggap uang, selama ia melakukan apa yang kita sebut tiga fungsi utama uang (yaitu alat tukar, penyimpanan nilai, unit akun).

Dengan mengingat hal ini, tidak mengherankan bahwa ada berbagai jenis uang sepanjang sejarah. Untuk memberi Anda gambaran singkat, kami akan melihat empat yang paling relevan di bawah ini: uang komoditas, uang fiat, uang fidusia, dan uang bank komersial.

Berikut kita bahas berdasarkan muamala.net

1) Uang komoditas

Uang komoditas adalah jenis uang paling sederhana dan kemungkinan besar juga yang tertua. Itu dibangun di atas sumber daya alam yang langka yang bertindak sebagai media pertukaran, penyimpan nilai, dan unit akun. Uang komoditas terkait erat dengan (dan berasal dari) sistem barter, di mana barang dan jasa secara langsung ditukar dengan barang dan jasa lainnya.

Uang komoditas memudahkan proses ini karena bertindak sebagai alat tukar yang diterima secara umum. Yang penting untuk dicatat tentang uang komoditas adalah nilainya ditentukan oleh nilai intrinsik komoditas itu sendiri. Dengan kata lain, komoditas itu sendiri menjadi uang. Contoh uang komoditas termasuk koin emas, manik-manik, kerang, rempah-rempah, dll.

2) Uang Fiat

Uang fiat mendapatkan nilainya dari perintah pemerintah (yaitu fiat). Itu berarti, pemerintah menyatakan uang kertas sebagai tender hukum, yang mengharuskan semua orang dan perusahaan di negara itu untuk menerimanya sebagai alat pembayaran. Jika mereka gagal melakukannya, mereka mungkin didenda atau bahkan dipenjara. Tidak seperti uang komoditas, uang kertas tidak didukung oleh komoditas fisik apa pun.

Menurut definisi, nilai intrinsiknya secara signifikan lebih rendah dari nilai nominalnya. Oleh karena itu, nilai uang kertas diperoleh dari hubungan antara penawaran dan permintaan . Faktanya, sebagian besar ekonomi modern didasarkan pada sistem uang kertas. Contoh uang fiat termasuk koin dan tagihan.

3) Uang Fidusia

Uang fidusia tergantung pada nilainya pada keyakinan bahwa uang itu akan diterima secara umum sebagai alat tukar. Tidak seperti uang kertas, itu tidak dinyatakan sebagai alat pembayaran yang sah oleh pemerintah, yang berarti orang tidak diharuskan oleh hukum untuk menerimanya sebagai alat pembayaran.

Sebaliknya, penerbit uang fidusia berjanji untuk menukarnya kembali dengan komoditas atau uang fiat jika diminta oleh pembawa. Selama orang yakin bahwa janji ini tidak akan dilanggar, mereka dapat menggunakan uang fidusia seperti uang kertas biasa atau uang komoditas. Contoh-contoh uang fidusia termasuk cek, uang kertas, atau draf.

4) Uang Bank Umum

Muamala.net
Muamala

Uang bank komersial dapat digambarkan sebagai klaim terhadap lembaga keuangan yang dapat digunakan untuk membeli barang atau jasa. Ini mewakili bagian dari mata uang yang terbuat dari hutang yang dihasilkan oleh bank komersial. Lebih khusus lagi, uang bank komersial diciptakan melalui apa yang kita sebut perbankan cadangan fraksional.

Perbankan cadangan fraksional menggambarkan suatu proses di mana bank komersial memberikan pinjaman bernilai lebih dari nilai mata uang aktual yang mereka pegang. Pada titik ini, perhatikan bahwa pada dasarnya, uang bank komersial adalah utang yang dihasilkan oleh bank komersial yang dapat ditukar dengan uang “nyata” atau untuk membeli barang dan jasa.

Kesimpulan

Empat jenis uang yang paling relevan adalah uang komoditas, uang fiat, uang fidusia, dan uang bank komersial. Uang komoditas bergantung pada komoditas berharga intrinsik yang bertindak sebagai alat tukar.

Jika Anda ingin mengetahui cara menghindari uang yang tidak asli, maka Anda bisa mempelajarinya di https://muamala.net.

Uang fiat, di sisi lain, mendapatkan nilainya dari perintah pemerintah. Sementara itu, uang fidusia tergantung pada nilainya pada keyakinan bahwa uang itu akan diterima secara umum sebagai alat tukar. Dan uang bank komersial dapat digambarkan sebagai klaim terhadap lembaga keuangan yang dapat digunakan untuk membeli barang atau jasa.

Add a Comment